Kamis, 26 Juli 2012

KBRI akan Fasilitasi Relawan untuk Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sebagai anggota forum ASEAN, Indonesia melalui KBRI di Myanmar, siap memfasilitasi tim relawan kemanusian untuk etnis Muslim Rohingya di negara tersebut.

Hanya saja, Kementerian Luar Negeri hingga saat ini, belum menerima satupun form, tim dari dalam negeri untuk diberangkatkan menjadi relawan. "Bagi tim relawan, dan observer, KBRI akan mencoba untuk memfasilitasi," ujar Dirjen Kerjasama ASEAN, I Gusti Agung Weseka Puja, kepada Republika, Kamis (26/7).

Gusti menyatakan konflik komunal antara etnis Buddha Arakan dan Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine itu merupakan pelanggaran HAM. Apalagi, Myanmar sedang berada di jalur keterbukaan.

Dia menjelaskan, ASEAN hingga sekarang belum terlibat dalam penyelesaian kekerasan yang telah menewaskan sedikitnya 78 orang etnis Rohingya tersebut. Termasuk saat pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN awal Juli di Kamboja. "ASEAN belum pernah membahasnya."

Tidak terlibatnya ASEAN, menurutnya bukan karena tidak mengetahui konflik tersebut. Hanya saja, mekanisme terlibatnya ASEAN dalam suatu persoalan harus melalui pembahasan antar sesama anggota forum negara se-Asia Tenggara itu. "Kita menunggu sampai ada yang mendorongnya ke forum," ujar Gusti.

Ditanya peran Pemerintah Indonesia terkait dengan konflik tersebut?. Jawab dia, anggota ASEAN tidak dapat melakukan intervensi ataupun turut campur atas suatu persoalan yang dialami oleh negara anggota lainnya.

Sebab sebagai negara berdaulat, Pemerintah Myanmar mengatakan masalah tersebut adalah konflik dalam negeri, yang tidak dapat dicampuri penyelesainnya oleh negara manapun.

Tetapi, keterbukaan pemerintahan Myanmar juga diharapkan untuk menjelaskan kepada internasional tentang kondisi dan situasi di wilayah yang sekarang ditetapkan sebagai zona militer itu. "Kami mendorong atas keterbukaan pemerintahan di sana (Myanmar), dan kami masih bisa percaya,".

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sosial Politik dan Budaya KBRI di Myanmar, Djumara Supriyadi  telah mendesak pemerintah junta militer Myanmar untuk membuka diri atas keterlibatan komunitas internasional dalam konflik tersebut.

Salah satunya dengan memberikan akses masuk bagi relawan, maupun pemantau dan media asing, ke Negara Bagian Rakhine. Namun, kata dia, desakan itu belum ditanggapi oleh pemerintah setempat.

Djumara menyarankan relawan Indonesia yang hendak memantau dan melakukan perbantuan terhadap Muslim Rohingya, agar berangkat atas nama perbantuan kemanusian, dan tidak mandiri.

Kata dia, lembaga di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), UNOCHA, juga tengah melakukan upaya agar pemerintah Myanmar dapat mengizinkan para relawan dan pers asing masuk ke wilayah tersebut.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/

Muslim AS: Tolak Kurma Israel!

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Penolakan terhadap kurma Israel tidak hanya terjadi di Timur Tengah. Di AS, komunitas muslim meluncurkan kampanye nasional guna memboikot produk kurma Israel.

Organisasi Muslim Amerika untuk Palestina (AMP) memulai kampanye bertajuk "Ramadhan Dengan Kurma Keadilan" itu. "Sayangnya, banyak Muslim AS yang tidak sadar telah mengkonsumsi kurma produk Israel. Kurma yang ditanam Israel di tanah-tahah Tepi Barat yang direbut dari Palestina," papar Direktur Program Nasional AMP, Awad Hamdan kepada Alarabiya.net, Kamis (26/7).
Awad mengatakan kampanye ini bertujuan untuk menginformasikan Muslim AS terkait cara mengetahui produk Israel. Menurutnya, informasi ini sangat penting guna menjaga perasaan warga Palestina yang menderita akibat tindakan Israel tersebut.  "Ramadhan merupakan momen yang tepat. Sebab, sebagian keluarga muslim  biasa membeli kurma saat Ramadhan untuk sajian berbuka," kata dia.
Dalam kampanye itu, AMP mengingatkan konsumen untuk berhenti membeli kurma dengan merek Jordan River, Yordan River  Bio-Tops dan Salomo King. "Ada baiknya, muslim AS membeli kurma yang diproduksi di California dan Arizona ketimbang kurma produksi Israel," kata Awad.
Menurut harian Haaretz Israel, produksi kurma itu diketahui mengeksploitasi buruh dan praktik kerja yang dipertanyakan. Mereka juga melaporkan, pekerja anak dipaksa untuk tinggal di kebun selama sembilan jam di bawa teriknya matahari. "Pemilik telah melakukan diskriminasi terhadap pekerja Palestina dengan membayar upah lebih rendah ketimbang pekerja Israel," tulis Haaretz.
Pemilik toko kelontong, dan juga pendukung kampanye, Jamil Morrar mengatakan keterlibatannya dalam kampanye karena dirinya sudah bertekad untuk tidak pernah menjual produk-produk Israel. "Ketika pelanggan bertanya soal itu, mereka lantas mengerti dan memahaminya," papar dia.

Sumber: http://www.republika.co.id/kanal/internasional

Selasa, 24 Juli 2012

IMSS FSLDKN 2012 ITB Bandung

International Moeslim Summit Students (IMSS) FSLDKN 2012 yang dilaksanakan 15-18 Juli 2012 di ITB Bandung berlangsung spektakuler dan luar biasa. Acara yang dibuka oleh Rektor ITB Prof. Dr. Akhmaloka dengan memukul gong di dalam gedung terbesar di ITB, Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) ITB, 15 Juli 2012, selain itu acara pembukaan ini juga dimeriahkan oleh Shotul Harokah. IMSS FSLDKN 2012 ini terdapat beberapa kegiatan/agenda yaitu:

1. Indonesian Young Islamic Leaders (IYIL) Awards
2. Sekolah ke-LDK-an
3. Kelas Paralel
4. Islamic Fair 
5. International Conference
6. Musyawarah Nasional 
7. Pawai Palestina














Ribuan peserta yang datang dari seluruh penjuru tanah air (dari Provinsi NAD sampai Provinsi Papua) bersemangat mengikuti seluruh kegiatan ini dari awal hingga akhir. Sangat tampak rasa kebersamaan dan ukhuwah diantara mereka. Semoga kita dipertemukan kembali oleh Allah baik di dunia ataupun di Surga-Nya kelak. Amiin
Dan  dalam even yang ditutup oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Lc ini pula terpilih Puskomnas yang baru (periode 2012-2014) yaitu LDK Al-Hurriyah IPB Bogor dan tuan rumah FSLDKN XVII yaitu LDK BKM Universitas Tanjung Pura Kalimantan Barat

Kami Puskomda Jember Raya mengucapkan Barakallah kepada LDK Al-Hurriyah IPB yang telah diamanahkan sebagai Puskomnas yang baru, semoga bisa menguatkan langkah-langkah kita menuju Indonesia Madani. Allahu Akbar







PMLDK Jatim 2012

PMLDK Jatim tahun 2012 yang diadakan di Universitas Jember ini diikuti oleh 4 Puskomda yang ada di Jawa Timur (Puskomda jember Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Madiun Raya). Dimana dalam acara tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelas TFT dan sekolah ke-LDK-an




Senin, 23 Juli 2012

Mer-C: Dana RS Indonesia Gaza dari Rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Joserizal Jurnalis dari 'Medical Emergency Rescue Committee' (MER-C) Indonesia mengungkapkan dana untuk membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, semuanya murni berasal dari sumbangan rakyat Indonesia.

"Sampai saat ini, seluruh dana (pembangunan) untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza itu tidak ada dana pemerintah maupun dana bantuan asing," katanya kepada ANTARA di Bogor, Jawa Barat, Ahad (22/7).

Ia menjelaskan pembangunan fisik RS Indonesia tersebut, yang kini memasuki tahap membangun lantai dua, membutuhkan total dana Rp 30 miliar. "Sampai dengan pertengahan Juli 2012, telah terkumpul donasi rakyat Indonesia dari berbagai kalangan sebesar Rp 22,8 miliar," kata dr. Joserizal Jurnalis, Sp.B.O.

Terkait dengan pembangunan lanjutan itu, kata dia, MER-C Indonesia kembali mengirimkan sebanyak empat relawan dari divisi konstruksi pada Jumat malam (20/7) berangkat ke Gaza. Mereka adalah Wanto, Sariyo, Sumadi, dan Mulyadi, yang semuanya merupakan tim teknik, untuk memulai pembangunan tahap kedua RS Indonesia di Jalur Gaza.

Ia menjelaskan pembangunan tahap dua itu akan meliputi pekerjaan arsitektur dan ME (mekanikal-elektrikal) rumah sakit. "Keberangkatan para relawan insinyur dan teknis ke Gaza ini juga merupakan bukti komitmen 'jihad para profesional'," katanya menambahkan.

Sementara itu, empat relawan itu, yakni Wanto, Sariyo, Sumadi, dan Mulyadi, mengaku bersyukur terpilih dan dipercaya untuk menjadi tim pembangunan RS Indonesia di Gaza.

Relawan yang semuanya berasal dari Pesantren Al Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor itu mengaku sudah mendaftar untuk mengikuti misi pembangunan RS Indonesia ke Palestina sejak tahun 2009. Kala itu, mereka langsung membuat paspor dan akhirnya panggilan amanah tugas itu datang sekarang.

Mulyadi, salah satu anggota tim mengaku bahwa tugas itu merupakan pengalaman pertama bagi para relawan untuk misi tugas ke luar negeri. Diakui Mulyadi, ada perasaan was-was dan takut karena biasanya mereka turun membantu menjadi relawan untuk wilayah bencana di dalam negeri.

"Saya pernah ikut jadi relawan sewaktu bencana gempa di Yogyakarta," kata Wanto, selaku ketua tim.

Sementara Sumadi, pernah menjadi relawan sewaktu bencana gempa melanda Padang Sumatera Barat. "Ada perasaan takut, tapi insya Allah niat kami sudah tulus. Semoga amanah tugas ini kelak menjadi amal sholeh kami," kata Mulyadi menambahkan.

Bersurat kepada Presiden
Joserizal Jurnalis mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina.

"Adapun perihal surat adalah mengenai program pembangunan RS Indonesia di Gaza. Kami memandang perlu untuk menyebarluaskan informasi ini kepada para donatur dan relasi yang sudah menyumbangkan dana dan kepedulian mereka untuk program RS Indonesia di Gaza," katanya.

Ia menjelaskan bahwa surat kepada Presiden itu dikirimkan pada tanggal 15 Maret 2011 itu, terkait dengan surat yang dikirimkan Kepala Pusat Kerja Sama Kementerian Kesehatan RI yang diterima pihaknya pada 14 Maret, Nomor PR.03.02/2/262//2011, sebagai jawaban atas surat MER-C kepada presiden dengan tembusan kepada Menkes mengenai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemerintah Indonesia dengan Bank Pembangunan Islam (IDB).

Dalam surat itu disebutkan bahwa pada prinisipnya MER-C mendukung pemerintah Indonesia yang ingin membantu masyarakat Palestina. "Karena kami yakin semakin banyak bantuan untuk rakyat Palestina, akan semakin baik untuk mereka," katanya.

"Namun, yang kami sesalkan, di sini adalah sikap pemerintah yang 'tidak transparan' dan 'tidak menepati komitmen' yang sudah disepakati sebelumnya. Wacana 'cardiac center' (pusat penanganan penyakit jantung, red.) di Gaza dalam perbincangan interdep yang digelar sepanjang tahun 2009--2010," sebut surat itu.

Disebutkan pula bahwa wacana mengenai Bank Pembangunan Islam (IDB) dilontarkan pertama kali oleh Ketua BKSAP DPR RI Hidayat Nurwahid pada pertemuan 9 Agustus 2010 di Senayan.

Kemudian, muncul lagi pada rapat interdep 26 Agustus 2010. Namun, dalam pembicaraan tersebut IDB dibahas dalam konteks sebagai lembaga yang akan menfasilitasi pengiriman dana pembanguan RS Indonesia yang berasal dari pemerintah Indonesia, dan bukan sebagai pelaksana program.

"Untuk itu, kami menduga keras pembangunan 'cardiac center' yang akan bertempat di komplek RS Shifa (Gaza City) adalah proyek IDB (berupa bangunan belum siap) yang sudah ada sejak sebelum agresi Israel akhir tahun 2008 dan pembangunannya terlantar hingga kini," katanya.

Meski demikian, kata Joserizal, MER-C akan tetap melanjutkan pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara meskipun pemerintah Indonesia 'sudah mengalihkan' bantuan dari program itu. "Hal ini kami lakukan semata-mata dalam rangka menyalurkan amanah dana dari rakyat Indonesia," katanya.

Rabu, 06 Juni 2012

Indonesia Utang Budi kepada Palestina

Rakyat Indonesia bisa dibilang utang budi kepada Palestina. Pasalnya, Palestina merupakan salah satu negara yang 'banting tulang' demi mewujudkan kemerdekaan Indonesia dari belenggu penjajahan imperium Belanda, Portugis ataupun Jepang.

Karena itu, sudah sepantasnya rakyat Indonesia membantu rakyat Palestina yang membutuhkan dukungan moril demi kemerdekaan dari belenggu Zionis Israel. Kesamaan historis dengan Indonesia menumbuhkan harapan melalui Konferensi Internasional Al Quds dan Palestina.

"Rakyat Indonesia menuntut segera terwujudnya kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis Israel," sebut Steering Committee International Conference For the Freedom of Al Quds and Palestine (ICFQP) Aqsa Working Group Indonesia untuk Yakhsyallah Mansur, Rabu (6/6).

Kedekatan hubungan diplomasi antara Indonesia dan Palestina mengukuhkan niat sejumlah lembaga kemanusiaan yang peduli Palestina untuk menggelar konferensi tersebut. Lokasi yang dipilih selama konferensi berlangsung pada 4-5 Juli mendatang di Bandung, Jawa Barat. Lantaran kota Paris van Java itu tercatat dalam sejarah sebagai penyelenggara Konferensi Asia-Afrika (KAA) pertama yang digelar 1955 silam.

Palestina, sebut Mansur, banyak membantu jelang kemerdekaan Indonesia. Secara diplomasi tokoh-tokoh ternama Palestina seperti Mufti Syekh Mohammad Amin Al Husain berkampanye di jazirah Arab agar mendukung kemerdekaan Indonesia. Muhammad Ali Tohir, saudagar asal Palestina pun membantu secara materil persiapan para pemimpin Tanah Air.

"Hubungan historis kebangsaan dan menjadi akidah Muslim bersama untuk membela kemerdekaan Palestina melalui konferensi internasional yang dihadiri tokoh nasional dan tokoh agama. Nantinya Bandung menjadi kota kemerdekaan untuk semua bangsa,"ulas Mansur mengakhiri.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID

Jumat, 01 Juni 2012

Dari Indonesia Untuk Rakyat Palestina (DERAP)

Masih ingatkah dengan negri para Nabi, bumi Palestina? Ya, negara yang setiap tahunnya kehilangan sebagian wilayah teritorialnya, kini semakin terdesak dengan aksi brutal zionis Israel kepada rakyat Gaza. Bulan Mei ini merupakan sebuah momentum untuk dapat berbuat lebih banyak kepada saudara-saudara kita di Palestina. Berikut ini, adalah beberapa kejadian yang terjadi tepat dibulan Mei yang bisa menjadi sebuah lecutan untuk kita agar dapat membantu rakyat Palestina:

1. Mavi Marmara adalah 1 dari 6 kapal dalam sebuah armada kecil (flotilla) yang berlayar dari Turki menuju Gaza. Bentrokan berdarah terjadi di atas kapal ini ketika pasukan komando Israel menaiki kapal dengan tujuan membelokkan jalur pelayaran ke pelabuhan Ashdod. Pelayaran ini yang juga disponsori secara tidak resmi oleh Turki, bertujuan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza. 9 korban tewa dan 60 korban luka dari pihak aktivis, serta 10 korban luka dari pihak AL Israel. Bentrokan ini terjadi pada tanggal 31 Mei 2010.
2. Hari Nakba

15 Mei diperingati sebagai Nakba Day atau Hari Nakba /يوم النكبة, yang berarti : “hari Bencana” ketika Israel melakukan Pengusiran dan perebutan Tanah dan Rumah pertama kali yang dilakukan Oleh Israel kepada Warga palestina yang menyebabkan sekitar 700.000 warga Palestina menjadi Pengungsi Istilah “Nakba” digunakan dalam kaitannya dengan penciptaan Israel pada tahun 1948 setelah sebuah kampanye ‘pembersihan etnis’ terhadap Palestina dilakukan.

Oleh karena itu, marilah kita bantu rakyat Palestina!

Program DERAP ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa Indonesia (FSLDK) dalam membantu rakyat Palestina, dengan menggalang dana untuk pembangunan TK FSLDK di Gaza, mensosialikan Program Jejaring Donasi Nasional, dan lain-lain.

Tiap LDK dapat mengkreasikan acara DERAP ini sekreatif mungkin. Contoh kegiatannya, bisa nonton bareng film Palestina, Seminar Ke-Palestina-an, Talkshow atau kajian tentang Palestina, dan lain-lain. Sebelum melakukan kegiatan tersebut, dapat juga dilakukan beberapa kali blow up isu, agar ketika acara DERAP ini dilaksanakan, peserta dapat lebih antusias mengikutinya.

Untuk penggalangan dana, bisa dilakukan dengan cara bekerja sama dengan lembaga Islam lain dikampus(jika ada), dimana saat acara berlangsung ada waktu untuk penggalangan dana untuk rakyat Palestina, atau contoh lainnya dapat dengan menjual atribut Palestina (pin, jaket, kaos, stiker, dll), dimana keuntungannya dapat disalurkan untuk membantu donasi rakyat Palestina.

Dari Indonesia untuk Rakyat Palestina !
Fastabiqul Khairat !
Insya Allah...